Sepenggal Kenangan Masa Kecil Saya Di Negara Belanda Depok
- novawazir
- Nov 11, 2020
- 2 min read
Updated: Nov 13, 2020
Saya mengalami masa kecil di Depok pada sekitar pertengahan tahun 80-an. Waktu itu proyek Perumahan nasional belum lama diluncurkan dan kondisi alam di Depok masih sangat asri. Saya masih ingat air kali yang jernih, rawa dan sawah yang penuh dengan capung dan burung-burung putih berukuran sedang bertebangan saat sore hari. Kendaraan masih sangat jarang dan menurut cerita para sesepuh, depok disebut sebagai tempat Jin buang anak, saking masih sepinya.
Depok juga terkenal dengan komunitas yang terkenal dengan sebutan ‘Belanda Depok’. Sejarah depok mencatatkan bahwa Cornelis Chastelein, seorang tuan tanah Belanda yang dermawan menguasai daerah Depok. Daerah ini bahkan mempunyai pemerintahan sendiri dan disebut sebagai sebuah ‘Negara. Cornelis memiliki 12 budak yang kelak beliau merdekakan dan dikenal kemudian hari sebagai 12 fam atau Kaum Belanda Depok.
Tapi sebenarnya sejarah depok sudah lebih lama terukir, jauh sebelum kedatangan Cornelis Chastelein. Penemuan – penemuan benda bersejarah di wilayah Kota Depok menunjukkan bahwa Depok telah berpenghuni sejak zaman prasejarah. Terdapat pula sebaran petirtaan kuno di pancoran mas, yang dikenal masyarakat sebagai Punden berundak “Sumur Bandung“. Depok juga merupakan daerah yang dibuatkan kawasan Cagar alam pertama kali oleh pemerintah Hindia Belanda.
Sayangnya banyak bangunan atau tempat bernilai sejarah di depok belum terkelola dengan baik. Sebagian besar menjadi terbengkalai atau mengalami kerusakan karena berbagai hal. Contohnya: Cagar alam, Rumah Pondok Cina atau Rumah Tinggi Cimanggis. Posisi Depok yang sangat strategis berbatasan dengan Jakarta memang membuat kota ini berkembang
dengan lebih cepat menjadi sebuah kota modern yang penuh hiruk pikuk aktivitas perekonomian. Sejarah lama, dalam kondisi seperti ini memang akan cenderung tergilas dan terganti dengan bangunan baru dan kisah-kisah yang baru. Tapi, sebagai penanda sejarah dan tempat untuk belajar mengenal jati diri sebuah kota dan budaya yang pernah dan masih berkembang didalamnya, akan sangat baik apabila bangunan yang masih tersisa diselamatkan dan dikelola untuk kesejahteraan bersama.
Sebuah rumah lama yang menjadi kafe museum dengan cerita historis tentang orang-orang yang pernah hidup di ruang dan waktunya di Kota Depok, tentu akan terasa menyenangkan untuk disinggahi sambil menikmati segelas jus segar dari Belimbing Dewa, yang menjadi ikon kota ini. Namun, saya tidak menyarankan berjalan-jalan di kota Depok selagi hujan karena Depok ternyata merupakan kota dengan petir berarus listrik terbesar di dunia.
Hmmm mungkin dewa Zeus sudah bosan dan pindah dari Olympus ke Gunung Salak? Entahlah.
Tapi, karena sudah masuk musim penghujan, saya menyarankan traveller untuk selalu berhati-hati ya!
Selamat membaca tentang Depok dan hubungi tim kami apabila anda ingin meluangkan waktu menjelajah kota tua Depok.
Love,
Nova Wazir

.png)



Comments