Kota Tua di Sebelah Barat Untung Jawa
- novawazir
- Nov 13, 2020
- 1 min read

Setiap menyusuri Kota Lama Tangerang entah kenapa saya selalu merasa nostalgic. Padahal, saya tidak dilahirkan di daerah ini ataupun besar disini. Tapi setiap saya turun dari stasiun Tangerang dan menyusuri pasar menuju area kota lama, perasaan saya selalu menghangat.
Saya menyukai pemandangan kesibukan orang-orang di kota ini, beberapa bangunan lama yang masih berjejer, aneka makanan yang dijajakan di pinggir jalan dan jam besar yang berdiri tegak di tengah kepadatan tepat di depan pasar lama.
Sejarah Tangerang dimula sejak lama sekali di sekitar pertengahan 1600an. Arsip VOC menyebutkan Sultan Banten telah membuat negeri besar yang terletak di sebelah barat sungai Untung Jawa, dan memindahkan 5.000 sampai 6.000 penduduk.
Pada perkembangannya terjadi peperangan antara banten dan VOC. Kota di barat untung jawa inipun kemudian jatuh ke tangan VOC dan sebuah benteng dibangun melingkarinya sebagai tangger atau tanda. Mungkin dari sinilah nama Tangerang dan julukan kota benteng berkembang.

Salah satu spot favorit saya adalah jembatan berendeng yang berdiri ceria membelah Sungai Cisadane. Dari jembatan warna warni nan cantik ini kita bisa melihat ke arah deretan rumah-rumah tua dan kafe yang mayoritas arsitekturnya masih menampilkan perpaduan antara kolonial dan tionghoa berjejer di pinggir sungai. Dengan sedikit sentuhan lagi Tangerang bisa berubah menjadi seindah kota budaya Malaka dan bernilai tinggi untuk pariwisata.

Semoga suatu saat akan ada banyak traveller yang bisa bersampan di Sungai Cisadane sambil menikmati kisah tentang sejarah panjang Tangerang yang mempesona. Apabila anda ingin menjelajahi lebih banyak tentang sejarah dan budaya yang tersimpan di tanah Tanjung Naga ini, silahkan tinggalkan pesan di halaman ini atau langsung kontak Club Manager kami di 08561065498 yang akan membantu semua kebutuhan penjelajahan anda.
Love, Nova Wazir
.png)



Comments